Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2022

Isra' Mi'raj

https://youtu.be/ORw5tB2ef_8

Doa Nabi Musa Dalam Menghadapi Masalah Kehidupan

RENUNGAN TAHAJUD Rabu, 28 Rob akhir 1444 23 Nov 2022 بـــــــسم اللّـــــــه  السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ *Doa Nabi Musa Dalam Menghadapi Masalah Kehidupan* Kali ini kita akan mengupas pelajaran dari doa Nabi Musa as ketika diperintahkan untuk berdakwah kepada Fir’aun, penguasa yang kejam di kala itu. Sebelum memulai tugas besarnya ini, Nabi Musa berdoa kepada Allah swt, قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي – وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي – وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي – يَفْقَهُوا قَوْلِي Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhan-ku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” (QS.Thaha:25-28) Pelajaran yang dapat kita ambil dari ayat ini adalah : 1. Doa-doa para nabi didalam Al-Qur’an selalu dimulai dengan Rabbi. “Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhan-ku..” 2. Kelapangan dada adalah syarat utama untuk berhasil dalam setiap pekerjaan. “Ya Tuhan-ku, lapangkanlah dadaku.” 3. Agar kita tidak takut dan lar

SEDEKAH

*SHODAQOH* Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pun pernah bersabda tentang penyesalan bagi orang yang lalai bersedekah. َ حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا قَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى وَلَا تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ Telah menceritakan kepada kami Abu Hurairah radliallahu anhu berkata,: "Seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahualaihiwasallam dan berkata,: "Wahai Rasulullah, shadaqah apakah yang paling besar pahalanya?". Beliau menjawab: "Kamu bershadaqah ketika kamu dalam keadaan sehat dan kikir, takut menjadi faqir dan berangan-angan jadi orang kaya. Maka janganlah kamu menunda-nundanya hingga tiba ketika nyawamu berada di tenggorakanmu. Lalu kamu berkata, si fulan begini (pun